Pemandu Wisata dan Homestay Harus Bersertifikasi

Pariwisata.info – Kepala Dinas Pemuda Olah raga dan Pariwisata (Disporapar) Boyolali Wiwis Trisiwi mengakui, tour guide atau pemandu wisata di Boyolali masih ala kadarnya. Hanya sebatas mengatarkan wisatawan ke lokasi wisata yang dikehendaki.

”Padahal peran pemandu wisata sangat strategis. Harusnya bisa mengajak wisatawan berkunjung ke objek wisata tertentu yang ada di wilayah Boyolali. Termasuk menjelaskan sejarah dan segala sesuatu yang berhubungan dengan objek wisata tersebut,” ucapnya, kemarin (14/7).

Meningkatkan skill dan kapastitas pemandu wisata, disporapar akan menggelar pelatihan dan sertifikasi. Materi pelatihan tidak hanya menyasar objek wisata alam saja. Juga dijejali pengetahuan tentang wisata buatan dan budaya. Ambil contoh Kebun Raya Indrokilo Boyolali (KRIB), Monumen Susu Murni, miniatur tujuh keajaiban dunia, tari topeng ireng, dan sebagainya.

”Saat ini Kabupaten Boyolali sedang gencar-gencarnya membangun objek wisata buatan yang kental akan nunsa budaya. Pelatihan akan diikuti sekitar 50 pemandu wisata. Dibagi dalam tiga tahap,” katanya.

Sementara itu, sektor pariwisata juga butuh dukungan dari sektor akomodasi. Sayangnya, belum banyak hotel yang berdiri. Kawasan wisata lereng Gunung Merapi dan Merbabu misalnya. Di Kecamatan Selo, baru berdiri penginapan sekelas homestay.

”Homestay ini harus dimaksimalkan juga. Harus diperhatikan. Para pengelola homestay ini harus dibina. Agar kunjungan wisatawan untuk menginap di homestay terus bertambah,” urai Wiwis.

Sedikitnya ada sekitar 100 pengelola homestay di Kecamatan Selo. Nantinya, mereka juga akan mendapatkan pelatihan dan sertifikasi. ”Pelatihan ini bekerja sama dengan Himpunan Pramuwisata Indonesia. Pelatihan digelar dalam lima gelombang,” bebernya.

Baca juga:   Best Guide to Turkey

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of